Hai dek! Apa kabar?
Sepertinya kau sangat baik saat ini. Aku dengar kau sedang
bergelut dengan kerasnya hidup diluar sana, apa kau melakukannya dengan baik?
Hai dek, ternyata kau sudah besar sekarang! Matamu yang
bulat mungil,kepalan tanganmu yang dulu lembut kini terlihat sangat berubah. Dek!
Kau banyak berubah,bahkan tinjumu lebih besar dari kepunyaanku,telapak tanganmu
bahkan lebih kasar dari kepunyaanku,tinggi badanmupun kini sudah menyaingi
diriku.
Dek! Kau sudah besar sekarang. Tak bisa terlupakan bahwa kau
dulu sangat cengeng,rasanya seperti baru kemaren sore kau kupukul pakai batok
kelapa karena kenakalanmu (maaf,aku dulu kakak yang anarkis) hahahaha… kau sangat lucu saat itu dan
sangat menjengkelkan saat itu. Namun kini tulang-tulangmu begitu keras, bahkan
otot-ototmu terlihat sangat kokoh. Kerja yang bagus dek! Aku rasa kau akan
menjadi pekerja keras yang tahan banting!
Tampaknya kau melatih fisikmu untuk menahan hantaman yang
keras! Dulu, kau bahkan sangat mudah kujatuhkan,tapi kini mungkin tak lagi
sama. Ya! Semuanya tak akan lagi sama, kecuali rasa sayang dan kasihku tak akan
berubah,aku rasa akan bertambah dan terus bertambah sampai meluap-luap. Percayalah!
(maaf aku kakak yang berlebihan)
Kupikir ada baiknya kau juga harus melatih hatimu! Melatih perasaanmu
agar tak mudah goyah oleh apapun yang akan merusak keindahannya dan
keasliannya!
Percyalah,tak dapat kutahan kesedihan saat melepasmu untuk
pergi berhijrah ke tanah orang. Betapa sepinya minggu-minggu pertama dirumah
tanpa kehadiranmu,tanpa mendengar suaramu yang selalu berteriak,yang selalu
memaki-maki. Entah apa dulu yang membuatmu suka sekali memaki-maki, mungkin kau
sudah dewasa! Aku pikir juga begitu. Saat aku sedang memasak nasi,aku lupa
bahwa kau tak lagi makan dari penanak nasi itu sehingga nasi dirumah sering
berlebih-lebih. Aku memasak terlalu banyak! Hahaha… aku pikir kau akan makan
bersama kami,karena julukanmu si perut karet aku sengaja memasak nasi banyak-banyak
agar kami dapat jatah nasi tanpa memakan jatahmu yang mungkin setengah dari periuk itu. Aku lupa kau tak lagi dirumah!
(maaf,aku kakak yang pelupa)
Aku sangat pelupa! Lupa bahwa kau kini sudah besar. Lupa bahwa
kau kini akan menanggung hidupmu sendiri. Lupa bahwa kau bukan lagi koala
rabies yang sering aku antar kesekolah,lupa bahwa kau kini bukan lagi tukang
ekor.
Biar kita sedikit bernostalgia,jika mungkin kau lupa bahwa
kau dulu sering mengikutiku dari belakang. Kau sering kupangku di angkot saat
sedang belanja kepasar, saat itu kau takut diculik orang namun aku takut bayar
ongkos berlebih sehingga aku terus memangkumu diangkot ,lumayan dek untuk jajan
disekolah! (hahahah.. maaf,aku kakak yang serakah)
Aku sangat serakah sehingga lupa bahwa kau sudah besar dan
ingin kau tetap menjadi anak kecil,anak kecil yang kupanggil “dek”. Aku sangat
serakah sehingga aku selalu memanjakanmu dengan semua permintaanmu yang selalu
kukabulkan,aku sangat serakah ketika kau memutuskan untuk merantau saat itu aku
sangat takut dengan keadaanmu nanti. Bagaimana kau akan tetap bisa
makan,bagaimana kau nanti akan tahan dengan kerja keras.
Tapi,sudahlah! Kau kini sudah besar. Kau mendapat tanggung
jawab yang besar sekarang!
Sedikit nasihat saja dek! Bertahan hidup bukanlah sekedar
lepas rokok dan kopi saja. Kau harus berilmu,dan bertanggung jawab atas ilmumu!
KAU HARUS PUNYA MIMIPI DAN CITA-CITA! Tak peduli kau punya IQ yang tinggi atau
rendah!
Menjadi besar bukanlah soal oto-otot yang keras,bukanlah
tentang siapa yang paling tampan,bukanlah tentang perkelahian yang sudah banyak
kau lewati! Meski kau tidak punya otot-otot yang besar dari teman-temanmu
percayalah kau punya tanggung jawab yang besar akan kebahagiaanmu,kesuksesanmu
dan juga kebahagiaan orangtuamu. Meski kau kini sangat tampan takkan ada
gunanya jika ibumu terlihat masih lusuh! Kau harus membuat ibumu cantik dan
ayahmu tampan! Meski kau mungkin akan terlihat sangar dan orang takut kepadamu
,percayalah dek! Itu tak ada gunanya
karena ibumu akan selalu susah memikirkanmu,ayahmu akan selalu gusar dalam
lelapnya karena ulahmu!
Bukan ingin mengajari,aku hanya ingin melihat kau menjadi
orang yang tahu diri dan orang yang tahu arah dan tujuan hidupnya.
Dek! Kami menyayangimu dan mengkhawatirkanmu bukan karena
kau masih anak-anak, tapi karena kau sudah besar dek!






1 komentar:
semoga adiknya baik - baik aja
ReplyPosting Komentar
Habis Baca Komen ya!