Katanya



Kata orang berhentilah meratapi hidupmu,berhentilah menyesali hidupmu. 
Dan orang hanya akan berkata,tak satu halpun yang mereka tahu tentang kenyataan pahit yang sedang menimpamu,mereka hanya tahu untuk bicara apa saja yang mereka ingin katakan. Apa yang perlu dibahagiakan jika tak satuhalpun tampak bahagia. 

Kata buku,lihatlah sesuatu yang baik dari apapun yang buruk. Buku hanya bisa dibaca saja,buku tak bisa berbuat banyak. 
Apa yang harus dilakukan jika tak satu halpun yang baik yang dapat dilihat dari semua keburukan,bisakah buku membantu menemukannya?. 
Bagaimana jika semua hal sangat buruk,bahkan benar-benar sangat buruk? Bagaimana jika penyelesaiannya hanya satu? Yaitu benamkan dirimu dengan semua masalahmu,resapi,nikmati setiap rasa pilunya,sakitnya bertahan sendirian,dan hitung berapa tetes air matamu yang kau biarkan menetes. Bagaimana rasanya? Sakitkah? .

Mereka bilang tebarkan cinta,karena setiap hari adalah hari baru. Dan setiap hari baru adalah kado yang indah. 
Bagaimana bila engkau menebar cinta,tapi yang kau tuai adalah sakit. 
Bagaimana bila setiap hari adalah kutukan,karena sakit yang kau terima ditiap-tiap hari. 
Masikah hari baru adalah kado yang indah,masikah asumsi ini bisa dipegang kebenarannya. 

Buatlah harapan dan berjuanglah untuk itu. Jika kita berharap tapi kelumpuhan membuat kita tak mampu berjuang , Bagaimana?. Lumpuh karena tergores kekejaman waktu. Pernakah kau merasakannya?. 
Biar aku jelaskan,rasanaya seperti bermimpi turunnya salju dipadang pasir yang sangat panas. Seperti setiap pergerakan yang kau buat akan menyayat setiap inci bagian tubuhmu,dan pada akhirnya karena terlalu banyak bergerak ,pembuluh darah utamamu pun tersayat. Lalu seperti berharap ada orang yang menemukanmu sedang menangis di dalam air atau lautan. Seperti itulah kira-kira penjelasan yang paling simple. 

Tersenyumlah untuk semua orang. Aku pernah membaca kalimat ini pada sebuah artikel majalah. Apakah segampang itu?
Bagaimana jika orang yang selalu kau senyumi merobek mulutmu atau bahkan menjahit mulutmu sehingga kau tak bisa tersenyum lagi. Dengan apa kau akan menyebar senyummu itu?

Hidup tak segampang orang kaya katakan,hidup juga tak semudah yang ditulis keturunan ketujuh seorang konglomerat pada karyanya. 

Ini hal yang sangat sulit,rasanya seperti mencekik leher sendiri. Menjalaninya akan menyiksamu tanpa ampun sampai tetes darah terakhirmu,tapi bila tak dijalani..seumur hidupmu engkau akan hidup dengan berbagai macam cacian,makian,dan penghinaan. 

Pilihlah satu diantaranya,dan rasakanlah sakit yang dihadiahkan oleh pilihanmu itu sendiri pada usiamu.

6 komentar

ini tulisan kayak deresi akut dah.... O_o
Mungkin sebagai manusia, hanya bisa bersabar, berbagi dan bersyukur. masalah orang lain ngebales atau nggak, nganggep atau nggak, peduli atau nggak, tak perlu banyak dipikirkan.

Reply

Setuju sm yg di atas...
Semangat... :)

Reply

gue sih pernah baca quote, lupa dari siapa, sebenarnya hidup itu bisa menjadi musibah kalau gak bener-bener ngejalaninnya,,
tulisan ini banyak prasangka buruknya ya, itu menurut gue doang ko :D

Reply

iya juga sih.. :) tapi kayaknya agak susah deh mas.. heheheh

Reply

:)
thank's!!

Reply

hahaha iya kak... namanya juga "NOTES DEPRESI" kak.. :)
gue malah punya banyak buku motivasi dirumah,tapi ya pas gue lagi bener-bener depresi,yaaahhh depresi juga... namanya masih labil kak.. hehehehee... thank's qoutenya yaa kak.. terimaksih udah mampir... :)

Reply

Posting Komentar

Habis Baca Komen ya!