Tak ada rasa sakit yang sama,tak ada rasa sedih yang sama.
Meski sesering apapun merasakannya tak ada yang membuat kita terbiasa dengan efek sampingnya. Setiap sakit yang menyayat perasaan memberi kata yang berbeda dengan lafal yang berbeda pula,membentuk airmata dengan debit yang tak sama setiap lajunya,menyimpulkan ufuk barat dengan paradigma gejolak.
Sempat berpikir akan dapat bertahan tanpa uraian airmata,dapat bertahan dengan kepercayaan,dapat bertahan tanpa teriakan. Semuanya hanya fiksi belaka,tak ada yang bisa membuat perasaan terbiasa dengan goresan,karena hati bukan benteng dengan seribu prajurit penjaga.
Hanya saja keteguhan hati tak mampu untuk tak mengatakan tak apa,hanya saja tak ada lagi tempat yang tak terpijak untuk membuangnya. Tak ada yang mampu membuatnya untuk tak bertamu direlung napas,tak satu halpun yang mampu memenanginya.
Mersakannya memang menggerus jiwa,mengisap setiap inci ketenangan hidup. Tapi biar bagaimanapun kesanggupanku punya limit,keteguhanku punya umur dan kekuatanku akan menemui kepunahan jika setiap saat harus memimpikannya dan menghadapinya. Lihatlah dia tak hanya mengganggu matahariku,dia juga merenggut lelapku. Wahai yang disebut setiap insan Sang Raja,takkah Engkau lelah melihatku setia berduka,takkah Engkau iba melihatku terbungkuk memanggul kelemahan ini?.
Menatap fajarpun mata tak lagi mampu,merasakan anginpun raga tak lagi kuat,bulan malampun tlah hilang,tak ada yang menemani kepiluan ini,takkah Engkau mendengar jeritan jiwa ini?. Takkah Kau berencana menghentikannya?.
Tak apa..,biarlah raga kesepian ini merasakannya sampai garis terakhirnya. Karena hanya sakit hati yang mau berteman dengan hembusan napasnya.






2 komentar
Nyentuh mbak :)
Reply-www.fkrimaulana.blogspot.com-
Terimaksih😊😊
ReplyPosting Komentar
Habis Baca Komen ya!