Sejenak dan hening..
Tertatap kemolekan senja bersanding mendung.
Sesaat dan terhirup..
Udara yang kian tajam tanpa tahu sebelumnya selembut apa.
Desah angin meniup teduhnya terang menjemput bulan.
Nyanyian sore menjemput lelah.
Tak sengaja tersampaikan risau bersimbah duka.
Akankah masih lagi dan lagi..
Kami tak lagi mampu berdendang disetiap tiupan.
Kami tak lagi wangi menyentuh relung lelahmu.
Dan..
Tersirat kabar dari tudung bumi
Kami tak lagi mempesona
Dan,tak lagi mampu menculik sabit dibibirmu.
Kami tak lagi mampu..
Pesona kami perlahan terenggut!
Bukan sengaja lelah!
Bukan,bukan!
Kami tak dapat bervokal terhadap kaummu.
Takkah kau sedih mendengar senandung kami?
Bahkan menghapus jejak kerutmu pun kami sudah tak kuat!
Samar hembusan membawa bisik terpendam itu.
Sesaat,akankah masih?
Tanpa tahu semegah apa dulu,suara hati mewariskan bumi kepada para penerus.
Nikmatilah anak dan cucuku!
Mungkin kelak angin tak lagi menyapa senja.
Karena para pendahulu telah memusnahkannya






Posting Komentar
Habis Baca Komen ya!